IMASHITA DWI ANJANI

Jumat, 06 Januari 2012

MEMBACA PELUANG PASAR

(Strategi Bisnis: Menciptakan Peluang Pasar dengan Membaca Selera Konsumen) Dalam era persaingan yang semakin ketat, peluang pasar tidak akan muncul dengan sendirinya. Ia ada, tetapi seolah tidak ada apabila tidak diciptakan. Untuk menciptakan peluang pasar itu, upaya yang dapat ditempuh adalah dengan mengetahui selera konsumen.
Untuk menarik konsumen terdapat dua motif yang harus diketahui yaitu Motif-motif rasional dan motif-motif emosional.

Beberapa hal yang termasuk Motif Rasional adalah:
1. Mudah dalam pemakaian
2. Efisien penggunaannya
3. Kualitas terjamin
4. Jaminan dalam hal pemakaian
5. Dapat dipercaya dalam hal memenuhi kebutuhan
6. awet
7. Bertambah pendapatan oleh karenanya
8. Hemat dalam pemakaian
9. Hemat dalam pembelian

Beberapa hal yang termasuk Motif Emosional adalah:

1. Menonjolkan si pengguna
2. Menyebabkan iri hati
3. Persaingan ekonomis
4. Kebanggaan pribadi
5. Kebanggaan yang ditimbulkan oleh benda itu
6. Sukses dalam bidang social
7. Keahlian
8. Pernyataan selera artistic
9. Pemililhan yang menyenangkan
10. Ambisi
11. Naluri romantis
12. Kebersihan
13. Pemeliharaan anak-anak dengan baik
14. Pemuasan selera
15. Menyenangkan cita rasa
16. Komfort pribadi
17. Meringankan tugas-tugas berat
18. Perlindungan terhadap bahaya
19. kesenangan karena rekreasi
20. Hiburan
21. Mencapai kesempatan waktu luang lebih banyak
Dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat, fasafah yang harus tetap dipegang adalah: Konsumen harus dianggap raja. Maksudnya, konsumen harus diberi pelayanan sebaik-baiknya, dan nomor satu.
Disamping pelayanan (Service), hal penting yang turut mendukung program pemasaran adalah iklan, komunikasi, dan informasi.
Pola pemasaran dewasa ini harus semakin aktif dan kreatif. Ia bahkan mesti dibuat sedemikian rupa sehingga bukan lagi menawarkan sesuatu yang menjadi kebutuhan masyarakat, melainkan menciptakan kebujtuhan masyarakat dengan menawarkan sesuatu.
Disinilah peran iklan membentuk opini masyarakat, sehingga mereka jadi tertarik untuk mengonsumsi produk-produk kita.

Bagaimana cara melihat peluang pasar tersebut ? Ini termasuk pertanyaan yang paling sering ditanyakan. Kebanyakan orang ingin memulai usaha ataupun menjadi wirausaha, namun bingung di awalnya, yaitu menemukan peluang usaha. Dari pengalaman dan pembelajaran yang saya dapatkan, sebetulnya peluang usaha atau peluang bisnis itu ada dimana-mana.Untuk melihat peluang usaha ini sebetulnya dimulai dari cara berpikir. Apabila kita merasa sulit, maka sulit yang didapatkan. Nah, bagaimana kalau mulai melatih pikiran, bahwa : Peluang usaha itu ada dimanapun, kapanpun, dan peluang itu menguntungkan. Banyak orang mengalami kesulitan menemukan peluang usaha, karena mereka sudah terlebih dulu berpikir apakah menguntungkan atau tidak, punya kendala modal usaha. Jadi akhirnya, pikiran pun terkunci untuk menemukan ataupun melihat peluang usaha. Ini beberapa contoh yang saya ambil dari kisah nyata..
Peluang usaha itu ada dimana-mana, bahkan bisa jadi masalah merupakan peluang usaha. Seperti kisah seorang ibu rumah tangga yang mengalami masalah saat akan membawa anak balitanya mengendarai motor. Dengan kondisi jok motor yang umumnya panjang terbuka, anak balita tentunya beresiko untuk jatuh. Ibu ini pun mencari-cari di toko-toko sparepart dan variasi motor untuk mencari perangkat yang bisa membantunya dalam membawa balitanya ketika ia bermotor. Namun, setelah mencari ke sana kemari, si ibu ini pun tidak menemukan perangkat yang ia cari. Akhirnya ia memutuskan sendiri untuk membuat perangkat itu. Dengan perangkat itu, ia pun tidak mengalami masalah lagi membonceng anak balitanya ketika berkendara motor. Namun, ternyata, perangkatnya ini menarik perhatian ibu-ibu lainnya yang juga mengalami masalah yang sama, dan ibu-ibu lain ini pun tertarik untuk memiliki perangkat itu. Akhirnya si ibu ini pun memproduksi secara massal perangkat itu. Ini contoh sebuah usaha bisa jadi berawal dari masalah yang dihadapi. Setiap masalah pasti membawa berkah. Bagaimana cara kita mengatasi masalah bisa jadi peluang usaha.
Ada lagi kisah seorang anak muda yang hobby berinternet ria, ia selalu betah duduk berlama-lama di depan internet. Ibunya si anak tau kalau anaknya ini hobby sekali berinternet. Ketika itu, ada salah satu maskapai penerbangan di tanah air membuka cabang di kota tempat tinggalnya, namun maskapai ini tidak menjual tiketnya lewat agen tiket atau travel. Perusahaan ini menyediakan pembelian tiket secara online, dan harganya termasuk murah. Nah, si anak sering cerita pada ibunya kalau tiket-tiket maskapai penerbangan ini murah sekali. Suatu hari, si ibu meminta anaknya memesankan tiket pesawat titipan untuk temannya (maklum, angkatan ibu-ibu tidak menguasai internet). Akhirnya si anak memesankan tiket pesawat dengan menggunakan kartu kredit kakaknya. Teman ibunya ini pun berterima kasih karena telah dipesankan tiket pesawat. Dan si anak mendapatkan uang terima kasih. Ia sering menerima pesanan tiket pesawat. Ehmmm… bukan bisnis yang besar memang, namun lumayan untuk ukuran seorang anak muda. Dari sini bisa dikembangkan lebih lanjut ke skala yang lebih besar bukan?
Oya, ada satu peluang buat dicoba. Dulu kan sering tuh waktu sekolah atau kuliah ataupun kadang dalam pekerjaan, ditugaskan membuat kliping atau laporan yang memerlukan data-data. Nah, bagaimana kalau yang punya hobby online/ browsing, membuat seperti kliping, tapi ini kliping online. Mungkin keliatannya sepele, namun banyak orang memerlukan jasa seperti ini, apabila lingkungannya tepat. Banyak orang-orang yang bekerja sekaligus kuliah, biasanya mempunyai waktu yang terbatas, mereka memerlukan data namun tidak cukup punya waktu untuk mencarinya. Bisa jadi  (yang hobby dan berminat) membangun usaha di bidang ini, modalnya kan gak besar tuh, modal online saja. Yang penting temukan dan masuk ke “pasar” yang tepat. Ini contoh saja bahwa peluang wirausaha itu sebetulnya ada di mana-mana.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar